Perbedaan Benefit dan Impact dan Pengukurannya di Masa Depan

Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan/atau kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran. Indikator kinerja diperlukan sebagai alat bantu/instrumen manajemen agar suatu kegiatan/proses dapat diikuti, dikendalikan (bila menyimpang, dapat dikenali untuk dikoreksi), dan dipastikan untuk mewujudkan kinerja yang dikehendaki.

Jenis indikator kinerja meliputi:

Tolok ukur jangka pendek

  • Masukan (Input) yaitu indikator kinerja berdasarkan tingkat atau besaran sumbersumber : dana, sdm, material,waktu, teknologi, dsb yang digunakan untuk melaksanakan program dan atau kegiatan.
  • Keluaran (Output) yaitu indikator kinerja berdasarkan produk (barang atau jasa) yang dihasilkan dari program atau kegiatan sesuai masukan yang digunakan.
  • Hasil (Outcome) yaitu indikator kinerja berdasarkan tingkat keberhasilan yang dapat dicapai berdasarkan keluaran program atau kegiatan yang sudah dilaksanakan.

Tolok Ukur jangka Panjang

  • Manfaat (Benefit) yaitu indikator kinerja berdasarkan tingkat kemanfaatan yang dapat dirasakan sebagai nilai tambah bagi masyarakat dan Pemerintah Daerah dari Hasil.
  • Dampak (Impact) tolok ukur kinerja berdasarkan dampaknya terhadap kondisi makro yang ingin dicapai dari manfaat.

Pada kesempatan ini pembahasan hanya akan dibatasi pada perbedaan antara Benefit dan Impact dan bagaimana pengukurannya di masa yang akan datang.

Perbedaan

Sesuai dengan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Impact merupakan tidak lanjut dari adanya manfaat itu sendiri. Dalam tolok ukur kinerja, jika sudah terlihat hasil yang dicapai dalam sebuah program maka akan terlihat manfaat (Benefit) dari adanya hasil tersebut, selanjutnya dari manfaat yang timbul dapat terus diamati dan nantinya akan menunjukkan dampak (Impact) lebih lanjut dan lebih meluas yang berkaitan dengan kondisi secara makro. Keduanya merupakan tolok ukur jangka panjang sehingga untuk memperoleh pengetahuan mengenai kedua hal tersebut biasanya tidak dapat langsung terlihat dan membutuhkan proses dan waktu yang lebih jauh.

Sebagai contoh, dalam sebuah kegiatan pengadaan lahan jalan dan jembatan arteri kolektor yang diwujudkan dalam pembangunan fly over, dapat dianalisis tolok ukur kinerja dari segi manfaat dan dampak sebagai berikut:

Manfaat (Benefit): Kelancaran arus lalu lintas & arus barang meningkat.

Dampak (Impact): Produktivitas kegiatan masyarakat/ekonomi meningkat.

Pengukuran

Setelah mengetahui perbedaan dari kedua indikator tersebut kemudian muncul pertanyaan bagaimana memproyeksi atau mengukurnya di masa depan?

Indikator manfaat menggambarkan manfaat yang diperoleh dari indikator hasil/outcome. Indikator ini seperti hasil/outcome antara yang diharapkan akan mengarah pada akhir yang diharapkan namun bukan merupakan akhir dari semuanya. Manfaat dapat diukur dalam jangka menengah dan panjang. Sedangkan indikator dampak menngungkapkan dasar pemikiran dibalik kenapa kegiatan tertentu dilaksanakan, dan menggambarkan aspek makro pelaksanaan kegiatan di tingkat sektoral, regional, dan nasional. Untuk mengidentifikasi dampak sangat bergantung pada hasil akhir yang dicari.

Permasalahan utamanya adalah baik manfaat maupun dampak termasuk tolok ukur jangka panjang sehingga sukar untuk melakukan pengukuran karena membutuhkan waktu yang lama. Namun dengan melakukan pengamatan dan observasi secara seksama terhadap hasil yang dicapai dari suatu program yang dilaksanakan untuk memroyeksikan manfaat dan dampak yang timbul nantinya. Hal tersebut dapat dijadikan bahan pertimbangan dan petunjuk awal mengenai manfaat dan dampak yang ingin dicapai di masa depan. Namun, pada akhirnya manfaat dan dampak yang benar-benar terjadilah yang dijadikan dasar pengukuran sebenarnya.

 

Elisa Nugraheni

 

Referensi:

Tjitrosoemarto, S., 2011, Indikator Kinerja, [pdf], (http://www.bappedajakarta.go.id/download/2%20Indikator%20Kinerja.pdf, diakses tanggal 25 Februari 2013)

Local Governance Support Program, 2009, Contoh-contoh Indikator Kinerja untuk SKPD, [pdf], (http://swamandiri.files.wordpress.com/2012/04/contoh-contoh_indikator_kinerja_untuk_skpd.pdf, diakses tanggal 25 Februari 2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s